Perlakuan Sampah Tidak Kenal Libur Panjang

Kebersihan Ibu Kota tetaplah dijaga di dalam libur panjang Idul Fitri. Tiap-tiap kelurahan di Propinsi DKI Jakarta tetaplah memberikan tugas petugas perlakuan prasarana serta fasilitas umum atau PPSU untuk bekerja di dalam hari libur nasional.

Ada kelurahan yg tidak membedakan system kerja hari raya Lebaran dengan hari umum, namun ada pula yang berikan peluang pekerja PPSU yang rayakan Idul Fitri tidak untuk masuk dalam dua hari itu.

” Beginilah suka-duka jadi PPSU. Telah tanggung jawab, ” kata Kepala Regu 5 Perlakuan Saluran Penghubung (Phb) M Zein di Pasar Rawa Badak, Jakarta Utara, Senin (26/6).

Ia memakai telepon selulernya untuk memphoto saluran di seberang pasar sebelumnya serta setelah pembersihan jadi bahan laporan.

Mereka bekerja seperti umum, mulai jam 07. 00, serta beristirahat pada jam 11. 30-13. 00. Lantas pulang pada jam 15. 00. Dari keseluruhan 11 anggota Regu 5, ada sembilan anggota yang masuk. Dua orang bisa jatah libur sesudah piket malam, sedang pada Lebaran hari pertama, semuanya anggota regu masuk.

Staf yang rayakan Idul Fitri di beri peluang ikuti shalat Id serta bersilaturahim. Hari Minggu, mereka baru mulai bekerja jam 10. 00.

Supriyatno, anggota Regu 5, menyebutkan, pekerja PPSU mesti selalu masuk walau hari libur nasional. Sebab, perlakuan sampah mesti berkepanjangan.

” Ditinggal satu hari saja, sampah telah menumpuk, ” katanya.

Walau sekian, tetaplah ada pekerja PPSU yang ambil cuti, namun cuma beberapa kecil. Dari keseluruhan 98 pekerja PPSU di Kelurahan Rawa Badak Utara, umpamanya, ada 20-an yang cuti Lebaran. Mereka yaitu yang datang dari tempat jauh, terlebih luar Pulau Jawa.

Di Kelurahan Koja, cuma enam pekerja PPSU yang bertugas tempo hari Senin, yaitu empat lelaki serta dua perempuan. Mereka semuanya non-Muslim. Satu diantara pekerja PPSU yang telah berkarya mulai sejak 2014, Rio Hengki, menyebutkan, itu telah jadi alur kerja tetaplah di Koja mulai sejak awal PPSU dibuat di tingkat kelurahan.

” Kelak bln. 12 (waktu perayaan Natal) bertukaran, kami yang libur 2-4 hari. Sama-sama mengerti- lah, ” ucap Rio. Tetapi, mereka yang cuti Lebaran tidak dapat cuti serentak pada hari yang sama karna mesti ada yang bertugas pada hari-hari terkecuali dua hari raya Lebaran, walau pegawai negeri sipil memperoleh jatah libur dengan 23-30 Juni.

Rekanan kerja Rio, Mangasi Pasaribu (37), memberikan, pada hari umum, ada 83 pekerja PPSU untuk mencapai perlakuan fasilitas serta prasarana umum di 13 RW. Rio, umpamanya, bertugas untuk menanggung kebersihan di RW 006 sampai gang-gangnya.

Karna cuma ada enam petugas sepanjang dua hari raya Lebaran, beban kerja dirubah. Tanggung jawab mereka jadi satu kelurahan, namun cuma bersihkan berjalan-jalan protokol.

Di Jakarta Barat, petugas PPSU di Kelurahan Srengseng serta Kelurahan Sukabumi Utara, Senin tempo hari, kembali melakukan aktivitas seperti umum. Walau tetap dalam situasi Lebaran, mereka harusnya bekerja.

Senin siang, tiga petugas PPSU menyapu di Jalan Mawar, Srengseng. Ketiganya bersihkan sampah-sampah kecil, seperti daun-daunan serta bungkus plastik, di tepi jalan.

Tanggung jawab

Menurut Alit, satu diantara petugas PPSU Srengseng, mereka di beri libur H-1 serta hari raya Lebaran. ” Jadi, saya harusnya masuk sekali lagi hari ini, liburnya hanya dua hari, ” katanya.

Alit siap bekerja setiap saat karna jadi tanggung jawabnya. Walau tidak pernah pulang kampung ke Yogyakarta, ia pernah berkumpul keluarga besarnya. ” Orang-tua saya Lebaran kesempatan ini datang ke Jakarta, ” katanya.

Di Kelurahan Sukabumi Utara lain sekali lagi. Petugas PPSU disana tidak peroleh libur waktu Lebaran. Petugas cuma di beri kompensasi pemunduran jam kerja.

” Hanya cocok hari H, kami masuk jam 10. 00, umumnya jam 07. 00, ” kata Ahmad (31), petugas PPSU Sukabumi Utara. Pemunduran jam kerja itu untuk petugas yang menginginkan menunaikan shalat Id.

Perlakuan sampah adalah satu diantara penyebabnya ketiadaan libur, terutama di selama Jalan Rawa Belong. ” Bila di Rawa Belong, selama jalan ada penjual bunga. Jadi banyak sampahnya bila tidak dibikin bersih segera, ” tuturnya.

Ahmad yang disebut warga Kelurahan Sukabumi Utara menyebutkan, ia ikhlas menggerakkan tugasnya. Tetaplah ada saat berkumpul dengan keluarga saat pagi hari sesudah shalat serta sore hari sesudah bekerja.

Hari Senin, tempat pembuangan sampah sesaat di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, juga telah mulai beroperasi mulai sejak jam 05. 00. Terlebih dulu, pengiriman sampah pernah berhenti pada Sabtu malam serta hari Minggu karna petugas libur Lebaran.

Pengangkutan sampah

Tak ada sampah menggunung di TPS Kemanggisan, Senin siang. Semuanya sampah rapi diangkut dalam truk sampah yang juga akan dibawa ke tempat pembuangan akhir Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. ” Mulai barusan subuh telah kerja sekali lagi. Kami libur hanya cocok malam takbiran serta hari Lebaran, ” tutur Anton, penjaga TPS Kemanggisan.

Sampah sisa malam takbiran serta hari Lebaran pernah menumpuk serta menghambat jalan. Rahmat, warga setempat, menyebutkan, sampah cukup tinggi waktu tempo hari sebelumnya TPS beroperasi kembali.

Menurut Anton, sampah di TPS tidak dapat dilewatkan sangat lama karna juga akan menumpuk serta menghambat jalan. Sampah di TPS itu adalah penampungan dari 18 RW yang menyebar di Kelurahan Kemanggisan serta Kelurahan Palmerah.

Pemerintah daerah tetaplah menjalankan truk-truk sampah. Tetapi, jumlahnya dikurangi.

About The Author